Harga Tanah di Karang Tengah Melambung


Tangerang - Bisnis properti PT Metropolitan Land Tbk. Berupa pengembangan kawasan mixed use Metland Cyber City di Karang Tengah, Jakarta Barat yang dilengkapi pintu tol khusus merangsang harga tanah melambung lebih dari 100%.

Wakil Direktur HRD dan General Affairs PT Metropolitan Land Tbk. Wahyu Sulistio mengatakan setelah beroperasinya pintu tol Karang Tengah Barat 1 dan 2 tetap terbuka peluang penaikan harga tanah lebih tinggi. Tapi tidak sesignifikan sebelum dan sesudah pintu tol ini dibangun.

“Sebelumnya harga tanah di sekitar sini sekitar Rp5 Juta, sekarang Rp17 jutaan,” ucap nya usai peresmian pintu tol Karang Tengah Barat 1 dan 2, di Tangerang, Jumat (27/11). Lazimnya kenaikan harga tanah di kawasan Karang Tengah sekitar 15% - 20% per tahun.

Wahyu mengaku tidak bisa memperkirakan potensi penaikan harga tanah pada masa mendatang. Yang pasti, imbuh dia, idealnya harga tanah di kawasan mixed use Metland Cyber City berada diantara Puri Indah dan wilayah Serpong, Tangerang.

Saat ini di Puri Indah harga tanah untuk bangunan komersil antara Rp35 juta – Rp40 juta per meter persegi, sedangkan rumah sekitar Rp25 juta per meter persegi. Adapun di Alam Sutera Rp14 juta – Rp16 juta dan serpong Rp 18 juta.

“Jumlahin harga keduanya [Puri Indah dan kawasan Serpong] lalu dibagi dua, itu ideal harga di sini,” tutur Wahyu merujuk kepada kisaran Rp.19,5 juta per meter persegi.

Kawasan mixed use Metland Cyber City yang dimaksud adalah suatu area yang di dalam nya tidak hanya berisi klaster perumahan, Bangunan lain yang turut hadir, seperti perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, dan properti multiguna lain.

Dengan total luas lahan 60 hektare (ha), Metropolitan Land menggarapnya bekerja sama Acendas Group. Secara keseluruhan proyek ini akan dihabiskan dalam kurun waktu sepuluh sampai 20 tahun mendatang. Oleh karena itu pengerjaannya bisa berlangsung enam hingga delapan tahap.

Dalam waktu dekat akan dimulai fase pengembangan awal selama dua tahun. Pengembangan tahan pertama ini mulai medio 2016 akan dibangun dua menara kondominium berisi sekitar 100 unit dengan fasilitas pendukung nya di area 1,3 hektare.

Wakil direktur PT Metropolitan Land Tbk. Tono Supartono menjelaskan perseroan akan lebih fokus menggarap bangunan vertikal ketimbang berbisnis properti rumah tapak. “bangunan vertikal nanti cukup banyak, sekitar 30 sampai 40 tower totalnya,” kata dia.

Metropolitan Land sengaja memanfaatkan momen booming hunian vertikal alias apartemen dalam merintis Metland Cyber City. Oleh karena itu, proyek awal yang digarap adalah kondominium seharga Rp1 miliar –Rp2 miliar.

Walaupun demikian, perseroan tetap memastikan mengadakan residensial tapak sekitar 200 unit rumah, Selain didampingi hunian vertikal, perkantoran, dan hotel, perumahan juga difasilitasi pusat perbelanjaan seluas 250.000 meter persegi.

Metland Cyber City sudah membuka prapenjualan untuk satu klaster East Terrace untuk satu klaster East Terrace terdiri dari 67 unit rumah. Peluncuran akan dilakukan pada semester I/2016. Pembeli yang dibidik untuk klaster perdana seluas 3,5 ha ini adalah masyarakan kelas menengah atas.

Dinamakan Cyber City karena Metropolitan Land mengklaim yang bakal dibangunnya adalah kawasan yang berbasis teknologi informasi (TI). Perusahaan akan mengembangkan konsep smart home dan smart building, Sebagai contoh, pemilik dan penghuni rumah bisa memantau rumahnya jarak jauh via ponsel.


PINTU TOL KHUSUS

Metropolitan Land  menyakini akases langsung ke Pintu Tol Karang Tengah Barat 1 dan 2 di kilometer 11 tol Jakarta – Tangerang bisa jadi tambahan nilai jual properti di Metland Cyber City. Akses pintu tol ini bakal memudahkan transportasi antara Jakarta – Tangerang.

Selain menghadirkan akses jalan yang lebih mudah ke wilyah utara dan selatan Tangerang, juga memudahkan perjalanan ke Soekarno-Hatta. Pemerintah Kota Tangerang yang hendak menyambungkan jalan arteri sampai ke Bandara Soekarno-Hatta.

PT Metropolitan Land Tbk.menggelontorkan sekitar Rp70 miliar untuk membangun pintu tol tersebut. Penanaman kapital itu dilakukan oleh anak usahanya, Metropolitan Karyadeka Development (MKD), gabungan antara PT Metropolitan Permata Development dengan Karyadeka Group.

Investasi yang digelontorkan Metropolitan Land Tbk, pengembang kawasan properti Metland Cyber City, tidak sendirian. Perseroan bekerja sama dengan dua developer properti mewah yang proyeknya juga ada di sekitar Karang Tengah, yakni Agung Sedayu Group dan Bina Sarana Mekar.

Peran metropolitan Land sekitar 26% didalam konsorsium tersebut setara investasi sekitar Rp70 miliar. Adapun total nilai proyek pintu tol ini mencapai kisaran rp250 miliar. Setelah beroperasi, manajemennya ditangani  PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

“Pintu tol baru ini membuat akses ke proyek properti kami lebih singkat. Misalnya saya dari Cinere biasanya butuh 1,5 jam. Tapi sekarang, saat jalanan sepi  sekitar 45 menit,” ujar Tono.

Pada sisi lain pengoperasian pintu tol Karang Tengah Barat 1 dan 2 diharapkan bisa mendongkrak penerimaan asli daerah Kota Tangerang dari sejumlah pajak.

Hal ini sejalan terangsagnya bisnis properti baik rumah tapak maupun hunian vertikal yang bisa memperbesar pajak bumi bangunan.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyatakan selain perumahan juga akan ada hotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan berbagai restoran. Sejalan dengan ini pertumbuhan ekonomi secara umum diharapkan ter-akselerasi. (Dini Harianti)

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu, 28 November 2015, Halaman 8 kolom 3