Jakarta Diapit 2 Koridor Sunrise


Jakarta – Sejumlah pengembang berencana fokus menggarap pinggiran Jakrta sebagai kawasan terpadu karena harga lahan di Ibu Kota yang terus melonjak.

Pengembang dan pemerhati masalah properti menilai, wilayah pinggiran Jakarta baik di koridor Barat maupun Timur memiliki prospek yang menjanjikan dalam jangka panjang. Bahkan, dua koridor tersebut dinilai berpotensi mengurangi beban Jakarta.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan, perkembangan properti di koridor Timur didorong oleh kawasan industri dengan kelas menengah sebagai basis utamanya.

Sementara itu pengembang properti di koridor Barat lebih dipicu oleh permintaan dari kalangan menengah ke atas hingga kalangan jetset.

“Koridor timur memang lebih ke menengah, tapi kalau gengsi lebih ke koridor Barat,” jelasnya kepada Bisnis, Sabtu (28/11).

Wilayah pinggiran Jakarta di koridor Barat terbagi menjadi Puri, Serpong, dan Karawaci. Sementara itu, di Timur terbentang Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

Ali menjelaskan, di antara kawasan di koridor Barat, Karawaci menjadi kawasan yang paling perstisius dengan kenaikan harga yang paling tinggi. Dia menyebut, harga lahan di Karawaci bisa mencapai Rp25 juta per persegi.

Salah satu pengembang di kawasan itu PT Lippo Karawaci Tbk. (LKPR) tengah mengembangkan kawasan terpadu di Mellennium Village. Di lahan tersebut akan dibangun apartemen, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, universitas, rumah sakit, dan fasilitas lainnya.

Senior Executive LPKR Jopy Rusli mengatakan, kalangan ini sangat terakomodasi oleh fasilitas lengkap yang ditawarkan di Millennium Village.

“Di sini banyak orang asing environment-nya bagus, ada sekolah [internasional], mereka sangat kerasan di sini,” ujarnya kepada Bisnis di galeri penjualan Millennium Village di Tangerang, Sabtu (28/11).

Millenium Village merupakan kawasan pusat bisnis (CBD) yang menjadi bagian dari Lippo Village seluas 132 hektare. Jopy menyebutkan, total lahan yang akan digarap untuk Millennium Village mencapai 70 hektare dengan investasi ditaksir Rp200 triliun.

AREA SUNRISE

Di sisi lain, koridor Timur juga terus berkembang seiring kemajuan wilayah tersebut sebagai basis industri.

Direktur Jayakarta Group Toto Sasetyo menilai, kawasan Cikarang sudah menjelma menjadi salah satu area sunrise properti di timur Jakarta.

“Banyaknya industri mendorong banyaknya investor asing dan ekspatriat untuk tinggal di Cikarang sehingga memacu berkembang nya sektor properti,” tuturnya, Jumat (27/11).

Cikarang memiliki tujuh kawasan industri raksasa seperti Jababeka, Bekasi Fajar, Delta Silicon, Kota Delta Mas, MM2100, EJIP, serta BIIE (Hyundai). Tidak jauh dari kabupaten tersebut, Karawang juga menampung enam kawasan Industri, yakni Suryacipta KIIC, Kujang Industrial Estate, KI Mitrakrawang, dan Kota Bukit Indah.

Ekonomi di koridor Timur diyakini semakin menguat karena memiliki 4.000 perusahaan dengan jumlah pekerja asing mencapai 20.000 orang. Tidak heran, Cikarang berkontribusi hingga 30% ekspor nasional.

Ke depannya, Cikarang akan didukung infrastruktur strategis seperti Cikarang Dry Port, Karawang International Airport, Subang Deep New Port, dan proyek trek ganda Tanjung Priok-Cikarang yang beroperasi pada 2016.

Dengan melihat potensi itulah perusahaan meluncurkan Green Palace Residence, yakni hunian terpadu pada lahan 2,5 hektare. Ada dua menara apartemen yang dibangun mencakup 780 unit. Sejak dipasarkan tahun lalu, penjualan sudah mencapai 70%. Sekitar 10%-15% konsumen merupakan pembeli asing.

Dia menyebutkan, dalam radius 5 km dari pintu tol Cikarang Barat sudah ada 11 proyek hunian vertikal yang dibangun.

Di lain pihak, Presiden Direktur PT Lippo cikarang Tbk. (LPCK) Meow Chong Loh mengatakan, Cikarang berpotensi menjadi kota satelit baru untuk mengurangi beban Jakarta.

“Jakarta itu macet, harus ada kota satelit yang di support industri di kawasan itu. Cikarang bisa jadi business meeting, pekerjanya tinggal di sini, kantornya pindahkan juga ke sini,” jelasnya. (Hafiyan & Rivki Maulana, redaksi@bisnis.com)

Sumber : Bisnis Indonesia, Senin 30 November 2015, Halaman 29 Kolom 1