Karang Tengah Barat Beroperasi, Arus Kendaraan Terurai


Tangerang, Kompas - Dua gardu tol di Karang Tengah Barat 1 (dari arah Jakarta ke Tangerang) dan 2 (arah sebaliknya Tangerang ke Jakarta) mulai beroperasi, Jumat (27/11) pagi. PT Jasa Marga bersama Pemerintah Kota Tangerang mengoperasikan kedua gardu tol sebagai akses langsung menuju Jakarta dari wilayah Petir dan Karang Tengah.

Situasi itu memudahkan warga mengakses jalan arteri di kawasan Ciledug, Cipondoh, Cengkareng, dan Kalideres. Kemacetan lalu lintas yang biasanya terjadi di Jalan Raden Saleh (Kota Tangerang ) dan Meruya (jakarta Barat) terurai.

Dibukanya pintu ini juga diharapkan membuat kawasan sekitar berkembang sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baru di sekitar kawasan jalan tol tersebut.

“Dibukannya pintu tol ini membuat kawasan di sekitar STA II menjadi pusat bisnis dan pertumbuhan ekonomi baru. Di antaranya akan tumbuh Central Business District (CBD),” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah seusai peresmian pintu tol tersebut, Jumat pagi.

Menurut Arief, adanya pertumbuhan ekonomi ini bisa mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak.

“Bisnis properti, baik itu rumah tapak maupun rumah vertikal, di Kota Tangerang sedang berkembang, Berbagai pembangunan hotel, restoran, dan perkantoran juga tengah berjalan. Adanya tol ini kami harapkan juga bisa merangsang pertumbuhan bisnis di sekitaran Karang Tengah,” ucap Arief.

Aksesibilitas

Hal penting lain, kata Arief, dibukanya akses tol ini makin memudahkan aksesibilitas masyarakat di Kota Tangerang. Diharapkan, terbukanya aksesibilitas yang akan bersinergi dengan rencana pembangunan akses jalan dari Ciledug menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini segera terealisasi.

“Jika semua ini terealisasi, bisa mengurangi tingkat kemacetan di Jalan KH Hasyim Ashari (Ciledug dan Cipondoh) seta Daan Mogot, Jakarta. Orang dari Jakarta Selatan yang menuju bandara bisa langsung lewat jalan STA11,” kata Arief.

Ia berharap para pengembang juga bisa terlibat membantu pengembangan aksesibilitas ini.

Sistem otomatis

Gardu tol Karang Tengah Barat 1 dan 2 terletak setelah rest area Karang Tengah dari arah Merak. Gardu tol Karang Tengah Barat 2 untuk pengendara mobil dari arah Tangerang, sementara gardu tol Karang Tengah Barat 1 untuk pengendara yang melaju dari Jakarta.

Menurut pantauan di lokasi, setelah pembukaan jalan tol ini, Jumat siang, arus lalu lintas dari Puri Kembangan menuju tangerang dekat rest area padat. Sama halnya dengan arus lalu lintas sebaliknya, dari arah Tangerang ke Jakarta, juga padat, terutama masuk tol. Kecepatan kendaraan 20-30 kilometer per jam akibat padatnya kendaraan berat.

Akses pintu tol Karang Tengah barat 1 dan 2 merupakan proyek yang digarap tiga konsorsium, yaitu Metropolitan Karyadeka Development, Agung Sedayu Group, dan Bina Sarana Mekar, Adapun pengoperasiannya ditangani PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Tangerang S Purnawarman mengatakan, pihaknya memperkirakan akan ada penambahan sekitar 5.000 kendaraan yang menggunakan kedua gardu tol tersebut. (PIN)

Sumber : KOMPAS, Sabtu, 28 NOVEMBER 2015, Halaman 25 Kolom 1.