Kemacetan Mendesak Dibenahi

JAKARTA, KOMPAS - Kemacetan di beberapa ruas jalan tol disebabkan oleh volume kendaraan melebihi kapasitas jalan tol. Selain melakukan integrasi sistem, pemerintah juga berupaya agar jaringan tol Jabodetabek dapat segera terwujud untuk mengurangi kemacetan.

Herry mengatakan, pihaknya mengupayakan beberapa hal, Untuk tol luar kota, pemerintah telah melakukan integrasi sistem antar badan usaha jalan tol dengan membuat dua klaster, yakni Cikampek-Palimanan dan Palimanan-Brebes Timur, Dengan integrasi itu, 4 gerbang tol dari 7 gerbang tol dihilangkan, Integrasi sistem itu dinilai positif karena dapat mengurangi kemacetan.

BPJT berencana menghilangkan Gerbang Tol Karang Tengah yang berada di ruas tol Jakarta-Tangerang dan Gerbang Tol Cibubur Utama di ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Kedua gerbang tersebut dinilai menimbulkan kemacetan atau antrean panjang kendaraan. Gerbang akan dipindah ke ujung ruas tol sekaligus untuk integrasi sistem.

“Harapan kami, tahun ini sudah ada kegiatan fisik, tetapi ternyata memerlukan lelang, Yang jelas kami berkomitmen untuk mengurangi kemacetan,” ujar Herry.

Peneliti institut Studi Transportasi, Deddy Herlambang, mengatakan, padatnya kendaraan di jalan raya dan jalan tol akan terus terjadi karena pertambahan jumlah kendaraan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertambahan panjang jalan raya dan jalan tol. “Penamahan jalan raya hanya 0,1 persen dan jalan tol 0.01 persen, Sementara kenaikan jumlah kendaraan rata-rata 12 persen dan secara khusus di Jabodetabek 16 persen per tahun.” Ujarnya.

Menurut Deddy Herlambang penggunaan uang elektronik tidak akan efektif kalau hanya bersifat imbauan dengan tetap memberi ruang transaksi tunai. Berkaca dari keberhasilan pemberlakuan uang elektronik di kereta rel listrik, diharapkan ada kewajiban menggunakan uang elektronik untuk transaksi di jalan tol. (NAD)

Sumber : Kompas, 28 September 2016